
JUARA 1 Menulis Puisi 2024 – Dikepung Kenang
Kita mungkin begitu berbeda dalam segala
Tetapi aku dan kau bagaikan sas dan tra
Yang menyatu
Tak terbantahkan
Di Program Literasi Digital ini, pengunjung dapat menikmati petualangan membaca karya-karya para siswa dan guru kami. Berbentuk blog atau buku, Anda bebas memilihnya semaumu. Di sini, kami juga kerap membagikan kegiatan-kegiatan literasi yang akan dan telah kami selenggarakan. Baik internal, lokal, maupun nasional, senantiasa kami bagikan.
Visi :
“Berkarya menyalakan cakrawala dunia dengan percikan buku serta pena”
Misi :










Kita mungkin begitu berbeda dalam segala
Tetapi aku dan kau bagaikan sas dan tra
Yang menyatu
Tak terbantahkan

Anak-anak datang dengan kaki telanjang
Meniti jalan di tanah gersang
Menyimak dongeng, meneguk pengetahuan
Bertahtakan pendidikan

Menyala tidak berarti selalu untuk terlihat terang, melainkan tetap hidup dalam gelap.

Dalam pandangan saya, pembelajaran yang ideal bukan sekadar tercapainya target kurikulum, tetapi hadirnya ruang aman bagi jiwa siswa. Ruang di mana anak-anak merasa diterima apa adanya, berani mencoba, dan tidak takut salah. Pembelajaran seharusnya menghidupkan harapan, bukan menambah beban. Sebagai guru Bahasa Indonesia di SMP Islam Terpadu Al-Ukhuwah, saya meyakini bahwa kata adalah denyut nadi pembelajaran. Kata membentuk suasana kelas, menanamkan makna, dan memengaruhi cara siswa memandang dirinya sendiri. Idealnya, setiap kata yang saya ucapkan menjadi penguat langkah siswa menjadi energi yang mendorong mereka untuk terus belajar, meski tertatih.

Sebab harapan adalah lentera
Meski kecil, ia menolak padam
Dan pikiran adalah cakrawala
Yang tak henti mencari diam

Di sini tak ada riuh, tak ada gemuruh
Hanya aksara yang berbisik di lembar lusuh
Masa depan pun datang perlahan
Bagaikan fajar menyingkap kegelapan