u4-buatkan-sketsa-ilustrasi-gambar-puisi-yang-berjudul-Pelita-Aksara
Pelita Aksara

Kalysa Indah Maheswara       

 

Halaman buku kini tersusun rapi

Dengan sebuah cerita yang begitu perih

Aksara kembali terhenti 

Tertidur dalam sebuah mimpi

 

Anak-anak bangsa menautkan harap 

Di antara buku dan pena

Mereka menjahit peradaban 

Dengan benang ilmu yang berwarna kebijaksanaan

Buku adalah pelita jiwa
Menerangi gelap dengan cahaya
Pendidikan tumbuh di taman kearifan
literasi hidup di setiap halaman
Dengan tinta kita ukir sejarah
Dengan kata kita gapai marwah

Taman kata yang tak pernah sunyi

Bunga-bunga pikiran yang tumbuh berdiri

Pohon-pohon harapan yang menjulang tinggi

Dahan-dahan luas merindangi

Dalam renungan yang panjang
Asa bersemi di celah gelisah
Pikiran mengalir, mencari terang
Harapan tumbuh, menolak pasrah

Wahai generasi yang menggenggam pena 

Genggam aksara, rangkul ilmu 

Karena di tanganmu tersimpan kuasa

Tuk menulis masa depan bercahaya

Sebab harapan adalah lentera
Meski kecil, ia menolak padam
Dan pikiran adalah cakrawala
Yang tak henti mencari diam

Bionarasi

Kalysa Indah Maheswara, atau akrab disapa caca,datang ke dunia pada 04 july 2011, adalah seorang penulis muda yang memiliki ketertarikan besar pada dunia sastra, khususnya puisi. Ia mulai mengenal puisi sejak duduk di bangku sekolah smp, ketika kata-kata sederhana mampu memberinya kekuatan untuk mengungkapkan perasaan, pengalaman, dan mimpi.Selain menulis puisi , ia juga sangat gemar pada public speaking karena dia suka tampil didepan semua orang. Jika ingin berkenalan follow ig-nyaa bupp.. @klxzckyaa_ orangnya asik..

  

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait