u4-buatkan-sketsa-ilustrasi-gambar-cerpen-yang-berjudul-Selembar-Harap
Selembar Harap

Ufaira Nur Afifa Wafa

 

Suasana hening dan damai, itulah keadaan di sebuah perpustakaan yang berada di pusat kota Jakarta, dengan hanya ada seorang gadis remaja yang sedang membaca buku tentang Dunia ilmiah sembari mendengarkan alunan musik dari earphone miliknya,dia sangat menyukai hal hal yang berhubungan dengan sastra. dia sudah menyukai sastra sejak umurnya 6 tahun.

Dalam satu hari pasti ada sebuah cerita yang ia buat, mengapa begitu? karena dia memiliki kekurangan emosional, yaitu saat ia merasa kesal/marah emosi nya tak bisa terkontrol oleh karena itu saat dia merasa kesal pasti dia akan meluapkannya dengan cara membuat cerita/puisi yang sesuai dengan isi hati nya, sudah tak terhitung berapa banyak karya yang pernah ia buat. Namanya adalah Shenina dia anak ke 2 dari 3 bersaudara. Kenapa dia tidak bisa mengontrol emosinya? karena dia selalu memendam semua kekesalan nya sedari kecil. Dia sudah ditinggalkan ayahnya sejak umurnya 3 tahun jadi sekarang dia hanya memiliki ibu nya seorang, dia tak mempunyai saudara yang dekat dengan rumah nya karena orang tua nya adalah seorang perantau yang  mencari kerja di Jakarta.

Dia tak pernah ada waktu untuk bercerita kepada ibunya karena ibunya sibuk bekerja, ibunya bekerja paruh waktu di salah satu restoran yang berada di pinggir jalan. Belum lagi dengan pekerjaan sampingan yang ia lakukan demi memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan oleh ke-3 anak nya. namun.. saat ini penjualan restoran itu sedang menurun karena banyaknya restoran baru di pinggir jalan itu.

Dia merasa tak ada yang benar-benar mendengarkan ceritanya, dia tak mempunyai seseorang yang benar benar ia percayai dalam keluarganya  dan begitu pula dengan yang lainnya namun..  ia memiliki seseorang yang mungkin bisa dianggap sebagai tempat berlindung?.. yang dimaksud adalah seorang nenek yang tinggal di dekat rumahnya , nenek itu hidup sebatang kara, karena anak- anak nya yang sudah dewasa telah pergi entah kemana, suami nya sudah meninggal sejak beberapa tahun yang lalu.

Saat masih muda  nenek itu adalah seorang penulis buku, nenek itu juga sangat menyukai sastra. 12 tahun yang lalu Shenina yang kala itu masih berumur 6 tahun sedang jalan jalan sore di sekitaran rumah dan ia melihat seorang nenek yang sedang membaca sebuah buku. dengan rasa penasaran nya ia pun mendekati nenek itu 

“Lagi baca buku apa nek?” ucap Shenina 

“Ooh ini lagi baca buku cerita bikinan nenek dulu waktu nenek  muda” ucap sang nenek

 “Buku bikinan nenek?.”

 “Iya bikinan nenek nak..”

“Wahh.. aku boleh baca ga nek?”

 “Boleh.. sini baca bareng sama nenek” 

mereka pun membaca buku bersama. setelah selesai membaca buku bersama, Shenina  bertanya

 “Nek gimana caranya bikin buku kaya nenek aku juga mau dong..” 

 “Nanti yaa saat kamu sudah besar kamu pasti akan bisa membuat buku seperti nenek”

“Berarti aku harus nunggu besar dulu ya nek?”

 “Iya nak tapi kamu bisa bikin cerita-cerita dari sekarang kok nanti saat kamu sudah besar baru bikin buku ya..

“Ohh gitu ya nek..” 

“Nek sastra itu apa”

“Wahh sepertinya kamu sudah mulai tertarik ya.. jadi  sastra adalah ungkapan ekspresi manusia yang dituangkan dalam bentuk karya tulis atau lisan contoh nya itu seperti puisi,cerita rakyat, novel, ,pantun”

“Makasih nek..” 

“Iya sama-sama”

 “Kalo gitu aku mau pulang dulu ya nek.. terimakasih ya nek”

 “Nanti kapan kapan main lagi ya ke sini ya”

 “Iya nek..”

Sejak saat itu ia menjadi menyukai sastra dan apapun itu yang berhubungan dengan sastra, ia mulai tertarik dengan sastra dan menjadi hobinya sampai sekarang. shenina bercita-cita ingin menjadi ahli sains dan penulis namun.. dengan keterbatasan uang ia hanya bisa membaca buku tentang sains di perpustakaan dan mencari inspirasi melalui novel-novel yang berada di perpustakaan.

 

Keesokan hari nya,  saat berada di sekolah jam sudah menunjukan pukul 1 pas disaat itu juga bel jam pelajaran ke-4  berbunyi, semua siswa sudah duduk di kursinya masing- masing menunggu guru Bahasa Indonesia datang, tiba-tiba ada seorang pria asing yang memasuki kelas tanpa mengucap sepatah kata pun dia adalah Pak Edgar guru baru yang akan mengajar pelajaran pelajaran Bahasa Indonesia di kelas,

“Selamat siang semuanya, perkenalkan nama saya Edgar Aksendra panggil saja Edgar kebetulan saya akan mengajar pelajaran Bahasa Indonesia, untuk pertemuan kali ini kita tidak belajar terlebih dahulu ya namun saya akan memberikan tugas kepada kalian semua, karena ini adalah pertemuan pertama kita bagaimana jika tugasnya adalah tugas membuat biodata diri masing-masing”

 Suasana kelas mendadak menjadi sunyi mungkin.. karena seluruh siswa masih terkejut dengan adanya guru baru, 

“Baik pak”

10 menit berlalu setelah tugas itu disampaikan 

“waktunya sudah habis silahkan dikumpulkan ke depan”

Sampai tibalah di tugas milik shenina

“Nama: Shenina Axera Samudra  Hobi: membaca & menulis  Cita-cita: menjadi Ahli Sains dan seorang penulis buku” saat itu juga terdengar suara tertawa terbahak bahak berawal dari meja pojok paling belakang yang ditempati oleh salah satu murid yang sangat.. tidak menyukai shenina dan.. akhirnya menyebar ke satu kelas, suasana kelas yang saat  itu sedang sunyi mendadak menjadi  sangat  bising dengan suara tertawaan yang padahal tidak ada sesuatu yang bisa dianggap “lucu” dari itu. tiba-tiba ada yang berteriak sembari tertawa mengatakan “Hahaha kamu tuh ga usah sok sokan gitu dehh mending pikirin aja dulu  tuh uang buat makan!”

Tanpa sadar shenina mengepalkan tangan nya dengan sangat… kuat sehingga melukai tangannya saat itu juga terlihat aliran darah yang mengalir dari telapak tangannya, seketika tatapan orang-orang pun langsung tertuju pada telapak tangan nya Shenina yang merasa sudah tak bisa lagi menahan emosinya segera berlari menuju pintu kelas dan ingin meninggalkan sekolah, tak peduli lagi dengan rasa kesal , malu dan perih yang ia rasakan dia terus berlari tanpa henti, saat menyampai pintu gerbang sekolah yang terbuka Shenina tanpa ragu langsung menambah kecepatan larinya menjadi semakin kencang karena pak Edgar dan pak Satpam yang terus berlari menuju ke arahnya, dengan keadaan sesak dan tangan nya yang perih ia menjadi hilang fokus dan penglihatannya yang menjadi buram tapi dia terus berlari dan ingin menyebrangi jalan raya “Pak pak cepet tangkep pak itu mobil” ucap pak Edgar, saat sudah  berada di tengah jalan shenina tiba-tiba terjatuh karena pandangannya yang sudah sangat buram. 

Brakk!! tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan 120km/jam yang langsung menabrak dan melindas tubuh Shenina dengan tragis, darah yang bercucuran sangat deras yang membasahi jalan raya, setelah menabrak Shenina mobil itu menjadi hilang kendali dan menabrak lampu lalu lintas saat itu juga shenina dan orang yang telah menabrak nya dibawakan ke rumah sakit terdekat kondisi nya sangat lah kritis, memar di seluruh tubuh, patah tulang, kerusakan jaringan otak dan kehilangan banyak darah Shenina koma selama beberapa minggu, keluarga nya sudah terpasrah dengan kondisi Shenina “kak ayo bangun kak” ucap adiknya Aleana keluarga yang lain hanya bisa menangis dan terdiam melihat kondisi nya yang masih koma dan tak kuasa mengucapkan sepatah kata pun namun.. tangan Shenina tiba-tiba bergerak dan akhirnya bangun dari koma nya seketika semua keluarga langsung menangis terharu ternyata tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup “Alhamdulillah,” ucap pak  Satpam & pak Edgar.

“Ka maafin ibu ya.. maaf ibu mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaan ibu sehingga jarang memperhatikanmu dan mungkin kamu selalu memendam semua kekesalan mu sendiri mungkin jika ibu memiliki banyak waktu ibu akan selalu mendengarkan ceritamu.. maafin ibu ya nak.. ibu sangat sangat menyesali perbuatan ibu yang dulu”

ucap ibu

“Nak.. jangan dulu pergi ya nanti nenek mau sama siapa? terimakasih sudah selalu menemani nenek di saat nenek kesepian selalu membantu nenek… nenek sangat bersyukur bertemu denganmu terima kasih sudah selalu berada di samping nenek kau sudah kuanggap seperti anakku sendiri” ucap sang nenek. 

Saat ibu Shenina sedang berjalan ke toilet ia melihat ruangan di sebelah nya dengan ada seorang pria yang tak asing ia seperti Erlangga yaitu ayah Shenina yang dulu  telah pergi entah kemana,  dengan rasa penasaran nya ibu Shenina memberanikan diri untuk untuk bertanya kepada perawat yang berada tak jauh di dekatnya 

“Suster kalo pasien  yang di ruangan no. 08 itu nama pasiennya siapa”

“Ooh yang di ruangan itu nama pasiennya  Erlangga Wijaya Saputra bu.. namun sayang nya pasien itu sudah meninggal dan akan segera dibawa, apakah ini dengan keluarga yang bersangkutan?”  Ibu Shenina sangat lah shock dan tak bisa berkata-kata ternyata benar itu adalah ayah nya Shenina air mata yang keluar adalah air mata penyesalannya dan air mata kekesalan nya karena telah ditinggal begitu saja tanpa diberi nafkah namun.. Ibu Shenina berjanji tak akan memberitahu siapapun tentang ini sampai waktu yang tepat 

Beberapa bulan kemudian Shenina telah kembali pulih walaupun sekarang dia harus hidup dengan alat bantu, ibunya bercerita kalau Shenina masuk ke dalam berita televisi dan banyak orang-orang penting yang datang ke dalam rumah untuk memberikan bantuan dan dia juga didukung penuh oleh Pemerintah untuk mencapai cita-citanya. dia diberikan beasiswa untuk bisa melanjutkan kuliah di luar negeri dan berhasil membuat novel yang terkenal sampai ke luar negeri, dia juga mengajak anak-anak yang berada di sekitar rumah nya untuk membaca buku bikinannya dahulu. 

Pada akhirnya Shenina menjadi Ahli sains yang terkenal , menjadi seorang penulis buku  yang terkenal, dengan semua rintangan yang telah dilalui olehnya akhirnya menghasilkan hasil yang luar biasa.

  

Bionarasi

Ufaira Nur Afifa Wafa lahir di kota subang 16 Februari 2013 anak pertama dari dua bersaudara, umurnya 12 tahun bersekolah di SMPIT Al-Ukhuwah boarding school, kelas 7. Memiliki hobi membaca, mendengarkan musik dan menulis. Cita-cita nya ingin menjadi seorang guru dan pengusaha.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait