Devanthy Maulia Nur Hika
Di sebuah kota bandung yang dibilang kota dingin, di situ ada dua anak laki laki kembar bernama (andra, andre) mereka anak yang mandiri yang sekolah jauh dari orang tuanya mereka berdua bersekolah di SMAN 1 Bandung, yang ngekos di kosan bandung. Mereka berdua memiliki tekad yang berbeda dan hobinya pun beda. Andra seorang abang yang mempunyai tekad dan niat bersekolah di Bandung untuk memperkuat literasi dan pendidikan di Bandung. Tetapi Andre cuman ikut-ikutan doang abangnya, andre cuman menjadi beban tambahan abangnya. Mereka berdua sekolah di SMAN 1 Bandung, sekarang kelas 10. Hari sabtu pun tiba sekarang waktunya mereka berdua melaksanakan (MPLS) awal mereka masuk sekolah hari pertama disambut oleh kakak-kelasnya dengan menampilkan Ekstrakurikuler. Jumlah ekstrakurikuler ada 10:
- Pramuka
- Paskibra
- Berbahasa Inggris
- Bahasa & Sastra
- PMR
- Teknik Komputer
- Otomotif
- Futsal
- Badminton
- Kimia.
Setelah kakak-kakaknya menampilkan ekskul-ekskulnya semua murid baru dikasih kertas formulir untuk daftar ekskulnya. Andra tertarik oleh bahasa & sastra, dan Andre tertarik dengan futsal. Mengapa andre memilih futsal karena ia menyukai olahraga.
Selesai itu murid murid baru di kumpulkan untuk pembagian ruang kelas dan ternyata Andra dan Andre di satukan kelas nya hari pertama mereka tidak memulai belajar tetapi adaptasi oleh lingkungan sekolah dan teman teman baru.
Tak lama kemudian Bunyi bel berbunyi “tringgg” suara bel berbunyi waktunya semua siswa dan siswi Pulang.
Huahhhhhh: ucap andre cape ya bang padahal kita cuman liat doanng sama pembagian kelas tapi cape.
Iya nih dek: Ucap si abang.
Tak lama kemudian mereka berdua ketiduran.
Dan di hari minggu malam hari nya mereka memikirkan tentang ekskulnya si abang mulai baca baca buku untuk belajar ekskulnya, si abang mulai memperluas tentang sastra literasi dan pendidikan.
Sedangkan si adek belajar teknik teknik awal mengontrol bola dribbling bola dan teknik teknik lainnya. Dan ketika abang lagi serius serius nya belajar, fokus, tekun, si adek bilang ke abang “bang anter adek beli sepatu futsal.” Mau gak mau si abang anter adeknya karena demi eskulnya, si abang nganter adeknya beli sepatu di rank sport toko sepatu olahraga dan peralatan peralatan. Setelah si adek beli sepatu si adek langsung bahagia dan full senyum.
Keesokan harinya di hari senin jam 4 subuh abang adek itu mandi dan sholat subuh berjamaah lalu siap siap berangkat sekolah jam 6 dan sampai di sekolah jam setengah 7, memang sekolah nya tidak terlalu jauh dengan kosan nya jalan kaki juga nyampe tapi mereka berdua naik motor boncengan.
Setelah sampai di sekolah semua siswa dan siswi melakukan upacara hari senin setelah upacara ada kegiatan fun literasi si abang senang sekali karena ia ingin mendalami tentang sastra dan pendidikan dan kebetulan juga emang sejalur juga sama ekskul si abang,tapi disisi lain si ade malas malasan karena gak suka , setelah fun literasi memasuki kelasnya masing masing, pelajaran pertama Bahasa Indonesia , pas banget materi bahasa indonesia nya tentang teks deskripsi teks narasi dan lain lainnya.
Bel istirahat berbunyi waktu istirahat telah tiba , semua siswa siswi jajan tetapi di ruang kelas andre dan teman teman jajan sedangkan andra fokus membaca buku untuk memperdalam ilmu ilmu sastra, pendidikan emang si andra suka banget dan ingin mengembangkan membumikan sastra menguatkan pendidikan di sekolah nya.
Setelah istirahat bel masuk kelas telah tiba seluruh siswa siswi kembali ke kelas nya masing masing.
Pelajaran kedua pun tiba tetapi andre orang nya malas malasan tapi ketika ekskul futsal excited banget.
Abang sering menegur “de, kamu tuh jangan males malesan kalo belajar ayo belajar memperluas sastra literasi jangan tidur mulu tapi giliran futsal excited,” ucap si abang.
Andre membalas ucapan abang “yaudah sih bang gimana aku” ucap si adek. Bel pulang sekolah pun tiba.
Seluruh siswa siswi pulang sekolah abang adek itu pun pulang bareng mereka berdua sedang menuju arah kosan untuk pulang, 10 menit kemudian pulang dan sudah sampai kosan. si abang langsung ganti baju dan siap siap mandi untuk shalat ashar , sesudah itu abang baca baca buku lagi. abang bilang ke adek “De, jangan hp terus mandi sonoh.” Bentar bang tanggung,” ucap si adek. “Abang kasih waktu ya, 5 menit,” ucap abang. “iya bang” ucap adek.
Lalu kemudian abang bermain hp dan membuka hp nya ternyata ada lomba tentang memperluas sastra dan mempererat pendidikan abang nyoba lomba itu ternyata di acc oleh panitia, lomba ini diikuti secara online abang mengirim teks cerpen dan lagi dikoreksi oleh panitia 2 hari kemudian pengumuman kejuaraan alhamdulilah bang Andra dapat juara 1 se provinsi , abang langsung sujud syukur dan terharu karena perjuangannya. Tidak sia sia hasil dari nol sampai dapat juara 1 abang langsung menelpon mamah dan ayah untuk mengirimkan kabar gembira dan ayah mamah pun ikut bangga dengan abang lalu abang bilang ke ade “de tau ga abang juara 1 menulis cerpen se provinsi” ucap si abang.
“Alhamdulillah bg masih rezeki kamu bang,” ucap adek
Satu bulan kemudian, adek mulai sadar bahwa dia selama bersekolah tidak mendapatkan apa apa cuman menambah beban abang nya ,adek mulai mengikuti jalur abangnya adek mau belajar tetapi malu dan gengsi untuk belajar bareng tetapi pada akhirnya adek berani juga.
bang boleh ikut belajar sama abang? ucap adek.
belajar apa? ucap abang.
belajar tentang literasi sastra dan pendidikan boleh ga? ucap adek.
“boleh sini” ucap abang.
Dan abang adek pun belajar bareng dan ternyata adek mengikuti jalur abang nya tidak menyesal malah mendapatkan prestasi dan membanggakan orang tua dan abangnya.
Mereka berdua sukses dengan bakatnya dan perjuangannya ga lama kemudian mereka sukses bersama membuat sebuah perpustakaan dari hasil keringat berdua.
Dua minggu kemudian,ada telpon dari sang ayah dan ibu merindukan kepada anak anak nya.
“tininit tininit,” telpon dari ibu.
Telepon sudah diangkat oleh andra dan andre.
“halo assalamualaikum nak gimana kabar nya sehat,” ucap ibu.
“iya waalaikumsalam bu alhamdulillah abang sama adek sehat” ucap andra dan andre.
“kalo ibu sama ayah gimana kabar nya di kampung”(ucap andra dan andre).
“alhamdulillah nak sehat” ucap ibu dan ayah.
“ibu denger denger kalian berdua membangun sebuah perpustakaan ya” ucap ibu.
“iya bu alhamdulillah hasil kerjasama abang sama adek” ucap abang.
“masyaallah nak kalian sudah sukses di kota” ucap ibu.
“iya bu” ucap andre dan andra.
Telepon pun mati, di balik telepon yang mati ada yang menangis karena bahagia dan terharu yaitu ayah dan ibu yang bangga kepada anak nya yg kini sudah dewasa dan sukses di kota.
BIONARASI
Namanya Devanthy Maulia Nur HIka sering dipanggil Devanthy/Dev. Dia lahir di [Subang,Sukamandi 06 Agustus 2010] Sehari-hari dia memiliki hobi bermain sepak bola. Hampir setiap sore dia berlatih bersama teman-teman di lapangan dekat rumah. Bermain sepak bola membuat tubuhnya sehat, melatih kerja sama, dan menambah semangat belajar di sekolah. Pelajaran yang paling dia sukai adalah olahraga, karena dia bisa belajar banyak hal tentang kebugaran dan keterampilan fisik.
Dia mempunyai dua cita-cita yang ingin dia wujudkan, yaitu menjadi seorang Polwan dan juga atlet sepak bola. Dia ingin mengabdi kepada bangsa dengan menjadi polisi wanita yang tegas dan bijaksana, sekaligus membanggakan Indonesia di bidang olahraga melalui sepak bola. Untuk mencapai semua itu, dia berusaha belajar dengan rajin, berlatih dengan disiplin, dan selalu berdoa.ingin lebih tau cek instagram @dvanthy06.

