u4-Buatkan-aku-gambar-ilustrasi-untuk-puisi-yang-berjudul-dikepung-kenang-tentang-anak-anak-yang-bermain-di-bawah-bulan-purnama
JUARA 1 Menulis Puisi 2024 – Dikepung Kenang

Novita Nurul Fauziah, S.Pd.

 

Kau dan aku

adalah sas 

dan tra

Tergulung rindu pada penyair tua yang tak bisa

disebut namanya

Apa kabar pilu matamu? 

Kudengar kau mendekap gundah di pelataran

Jaleuleuuu… 

Tulak tuja eman 

Teriakmu membawa gelak, dan purnama

duduk menopang dagu menyaksikan kita

menguntai kata

memintal diksi-diksi arkais menjadi sorak sorai

Do mika do mikado eska

Eska do eskado beya beyo

Rona mata layaknya jemari yang hangat bertaut

bahagia

 

Kau dan aku adalah sastra

Kau luluhkan jiwa gersang dalam dekap kata yang menggema

Di lapangan berdebu itu

Atau bahkan pada desir gerimis sekalipun

Berkecipak mencipratkan genang-genang kenang

dan rindu yang bergulung meski tak berpayung

Sir sir pong dhele kopong

Sir sir pong dhele kopong… 

 

Kau dan aku kini menjelma penyair tua

Memutar cuplikan rindu yang tergerus waktu

Selamanya kan ku tanam rona matamu 

yang bersinar, dan warna kulit santanmu di dalam nadiku

Serta deret gigi putih yang senantiasa menyeru bersenandung kidung arkais itu

Pacici-cici putri serelek tembang celempung 

kalau mau 

kembang apa? 

Lalu dengan lantang memanggil nama kecilku, yang kau

dengar saat menguping percakapan rahasiaku dengan

bapak dan penyair tua

“Mawar Rengganis!”

Si kuncir surai kuda

Si bulat purnama

Si mata satu garis

 

Kita mungkin begitu berbeda dalam segala

Tetapi aku dan kau bagaikan sas dan tra

Yang menyatu

Tak terbantahkan

Novita Nurul Fauziah, guru bahasa daerah di SMPIT Al-Ukhuwah. Baginya, sastra dan malam adalah ruang tenang untuk berkontemplasi. Memiliki banyak daftar harapan, salah satunya menerbitkan buku tunggal. Beberapa kali pernah mendapatkan penghargaan di bidang sastra; cerpen dan puisi. Temui ia di instagram @novitanfauzia.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait